Sitiung, Dharmasraya – Mahad Aly Sumatera Thawalib Parabek kembali melanjutkan Roadshow Daurah Bahasa Arab bersama Syekh Yasser Saad Abdalla. Kali ini, kegiatan digelar di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Madinatul Munawarah, Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, dan disambut antusias oleh para santri serta jajaran pimpinan pesantren.
Rombongan Mahad Aly dipimpin langsung oleh Mudir, Ustadz Taufik Hidayat, S.Th.I., M.Pd., dan disambut oleh Pimpinan Pondok, Buya Tarmizi, S.Pd. Dalam sambutannya, Buya Tarmizi menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut serta berharap kehadiran ulama dan rombongan Mahad Aly membawa keberkahan bagi pesantren.
“Semoga kedatangan ulama ini membawa berkah untuk pesantren kami dan seluruh santri,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Mudir Mahad Aly memperkenalkan Mahad Aly sebagai perguruan tinggi berbasis kitab kuning (turats). Ia memaparkan sistem perkuliahan, program akademik selama masa studi, hingga sebaran alumni yang telah berkiprah di berbagai daerah. Penjelasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring pendidikan sekaligus membuka wawasan santri terkait jenjang pendidikan tinggi berbasis tradisi keilmuan Islam klasik.
Kegiatan inti diisi dengan Daurah Bahasa Arab bersama Syekh Yasser, dengan Naib Mudir Mahad Aly, Ustadz Wahyudi Rahman, Lc., M.Ag., bertindak sebagai penerjemah. Dalam tausiyahnya, Syekh Yasser mengajak para santri untuk menyambut bulan Ramadhan sebagaimana menyambut tamu agung.
“Sebagaimana kita bersemangat menyambut tamu yang datang ke rumah, maka sambutlah Ramadhan yang jauh lebih mulia. Ia adalah bulan Allah,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa ada empat langkah penting dalam menyambut Ramadhan. Pertama, membersihkan hati dari pertengkaran dan kebencian, karena keberkahan Allah tidak akan sampai pada hati yang masih menyimpan permusuhan. Kedua, meluruskan dan mengikhlaskan niat, sebab setiap amal bergantung pada niatnya. Ketiga, mulai mengurangi kesibukan dengan gadget agar lebih fokus beribadah. Keempat, mempelajari kembali fiqh puasa dan Ramadhan agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat.
Selain membahas Ramadhan, Syekh Yasser juga menekankan keutamaan mempelajari kitab turats bagi para santri. Ia menyampaikan pesan penuh motivasi agar para pelajar kitab kuning bangga dengan jalan keilmuan yang mereka tempuh.
“Berbahagialah dan tegakkan kepala, karena pelajar kitab kuning adalah tentaranya Allah yang menjaga agama ini,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar para santri tidak berhenti belajar kitab kuning hingga akhir hayat, serta melanjutkan pendidikan ke lembaga yang konsen pada pengkajian turats seperti Mahad Aly. Menurutnya, bahasa Arab adalah kunci utama memahami khazanah keilmuan Islam. Penguasaan bahasa Arab dan kitab kuning, lanjutnya, menghadirkan tiga keuntungan sekaligus: keuntungan ukhrawi berupa jalan menuju surga, keuntungan duniawi berupa kemuliaan dan penghormatan di tengah umat, serta keuntungan intelektual berupa kemampuan berdialog dengan para cendekiawan di berbagai bidang ilmu.
Di akhir kegiatan, kedua lembaga pendidikan melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang pendidikan. Kerja sama ini diharapkan memperkuat sinergi dalam pengembangan bahasa Arab, pengkajian kitab turats, serta kaderisasi ulama yang berilmu dan berakhlak.
Roadshow ini menjadi bagian dari komitmen Mahad Aly Sumatera Thawalib Parabek dalam memperluas dakwah dan jaringan pendidikan, sekaligus memperteguh peran pesantren sebagai penjaga tradisi keilmuan Islam di Sumatera Barat.
