AGAM – Program Pelatihan 1000 Da’i Angkatan ke-5, yang merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi Agam, UPZ Baznas BNI, dan BAMUIS BNI Jakarta, secara resmi ditutup pada hari Selasa, 27 Januari 2026. Acara penutupan yang berlangsung khidmat ini menandai berakhirnya rangkaian pembekalan intensif bagi para pendakwah muda yang siap diterjunkan ke tengah masyarakat.
Acara ditutup secara resmi oleh Direktur BAMUIS BNI, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para peserta. Beliau menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan ikhtiar besar dalam mencetak kader dakwah yang moderat, berwawasan luas, dan mampu menjawab tantangan zaman di era digital.
“Kami berharap 30 rang alumni Angkatan ke-5 ini mampu menjadi oase di tengah masyarakat, membawa pesan dakwah yang menyejukkan sekaligus solutif bagi persoalan umat saat ini,” ujar Bapak H. Eddy Yusuf, MM mewakili Direktur BAMUIS BNI dalam arahannya.
Turut hadir dalam prosesi penutupan tersebut Ketua UPZ BAZNAS BNI Bapak Afthon Soddaq Noor, Perwakikan Bidang Penyaluran UPZ BAZNAS BNI, Analis Penyaluran BAMUIS BNI, Ketua Dewan Pembina dan Ketua Pengurus Yayasan Syekh Ibrahim Musa (YASIM) Parabek. Kehadiran pimpinan yayasan menegaskan komitmen Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek sebagai kawah candradimuka bagi para pendakwah di Sumatera Barat dan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, pihak yayasan menyampaikan terima kasih kepada UPZ Baznas BNI dan BAMUIS BNI atas kepercayaan yang terus berlanjut hingga angkatan kelima. Sinergi ini dinilai sebagai langkah nyata dalam memperkuat ekosistem dakwah yang profesional dan terukur.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali dengan berbagai materi esensial, mulai dari Public Speaking, Studi Konten Dakwah, Metodologi Dakwah Ambiya’, Tipologi Dakwah, Tazkiyatun Nafs, Entrepreneurship, Studi Polemik Dakwah, Komunikasi Dakwah, Life Skill, Ushul Dakwah, Literasi Digital Dakwah, Civic Education, Takhasus Kitab dan Bahasa Arab.
“Gelar “Da’i” yang kalian sandang hari ini bukanlah sekadar predikat, melainkan amanah besar. Ingatlah bahwa dakwah bukan hanya tentang lisan yang fasih, tapi tentang akhlaqul karimah dan kemanfaatan bagi sesama. Jadikanlah bekal yang didapat selama di Parabek sebagai pondasi untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Tetaplah rendah hati, teruslah belajar, dan jadilah penyejuk di tengah umat”. Ujar Ketua Program 1000 Da’I Ustadz Taufik Hidayat, S.Th.I., M.Pd dalam laporannya.
Dengan berakhirnya Angkatan ke-5 ini, diharapkan para Da’i dapat segera mengaplikasikan ilmu yang didapat di daerah penempatan masing-masing, membawa semangat pembaruan yang digelorakan oleh almarhum Syekh Ibrahim Musa Parabek.
