ROADSHOW DAURAH BAHASA ARAB DI SUMUT, SYEKH YASSER SAAD ABDALLA TEGASKAN KEMULIAAN PENUNTUT ILMU KITAB KUNING

Ladang Lawas Utara – Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek melaksanakan Roadshow Daurah Bahasa Arab bersama Syekh Yasser Saad Abdalla di tiga kota dan kabupaten di Sumatera Utara pada 19–20 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar penguatan tradisi keilmuan Islam dan pengembangan kemampuan bahasa Arab di kalangan santri pesantren.
Roadshow hari pertama digelar di Pondok Pesantren Darussalam Parmeraan, Kabupaten Padang Lawas. Rombongan Ma’had Aly yang dipimpin oleh Ustadz Taufik Hidayat disambut langsung oleh pimpinan pesantren, K.H. Abdul Efendi Ritonga.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak dalam sesi ramah tamah sebelum rombongan melanjutkan kegiatan ke masjid pondok untuk pelaksanaan daurah.
Dalam sambutannya, K.H. Abdul Efendi Ritonga mengajak seluruh santri agar mengikuti daurah dengan sungguh-sungguh. Ia menegaskan pentingnya bahasa Arab sebagai bahasa agama dan bahasa sumber ajaran Islam.
“Bahasa Arab merupakan bahasa Nabi, bahasa Al-Qur’an, dan bahasa penduduk surga,” ujarnya di hadapan para santri.
Sementara itu, Mudir Ma’had Aly, Ustadz Taufik Hidayat, memperkenalkan profil Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek kepada para peserta. Ia memaparkan sistem pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, hingga output lulusan yang dihasilkan oleh Ma’had Aly.
Puncak kegiatan diisi dengan Daurah Bahasa Arab bersama Syekh Yasser Saad Abdalla. Menariknya, seluruh materi disampaikan langsung dalam bahasa Arab tanpa menggunakan penerjemah, sehingga para santri dituntut aktif menyimak dan memahami penjelasan secara langsung.
Dalam materinya, Syekh Yasser menekankan kemuliaan para penuntut ilmu agama, khususnya mereka yang mendalami kitab kuning. Ia mengingatkan para santri agar tetap istiqamah dalam jalur keilmuan yang telah ditempuh dan tidak berpaling dari fondasi ilmu yang sudah dibangun di pesantren.
“Pelajar kitab kuning insyaAllah akan mendapatkan kemuliaan dunia dan akhirat. Di dunia ia dihormati dan disegani, di akhirat ia memperoleh pahala besar dari Allah,” ungkap Syekh Yasser saat menutup daurah.
Setelah kegiatan daurah selesai, pimpinan kedua lembaga melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang pengembangan pendidikan keagamaan. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar lembaga pesantren, khususnya dalam pengembangan kualitas pendidikan Islam dan kaderisasi ulama.
Kegiatan roadshow ini mendapat antusias tinggi dari para santri dan diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar bahasa Arab serta memperkuat tradisi keilmuan Islam di lingkungan pesantren, khususnya di Sumatera Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*