Jambu Air, Agam – Mahad Aly Sumatera Thawalib Parabek menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 H pada Senin 16 Febryari 2026 di Masjid Ar-Raudhah Kampus Mahad Aly. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasantri dan jajaran struktural sebagai bentuk kesiapan spiritual dan intelektual dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Acara berlangsung khidmat dan sarat dengan pesan-pesan keilmuan serta pembinaan karakter. Momentum tarhib ini tidak sekadar seremoni penyambutan, tetapi juga menjadi ruang penguatan visi ibadah dan komitmen dakwah para mahasantri menjelang Ramadhan.
Mudir Mahad Aly, Ustadz Taufik Hidayat, S.Th.I., M.Pd., dalam arahannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah di bulan Ramadhan. Ia mengingatkan agar para mahasantri tidak hanya fokus pada ibadah personal, tetapi juga berperan aktif dalam mengimarahkan masjid dan mushalla di tempat domisili masing-masing.
“Ramadhan adalah madrasah ruhani. Mahasantri harus hadir sebagai penggerak, bukan sekadar peserta. Hidupkan masjid, hidupkan suasana ibadah di tengah masyarakat,” pesannya.
Pesan penguatan juga disampaikan oleh Syekh Mab’ust, Syekh Yasser Saad Abdalla, yang mengajak mahasantri untuk menyambut Ramadhan dengan semangat dan kesungguhan. Ia menegaskan pentingnya manajemen waktu selama bulan suci agar setiap detik bernilai ibadah.
“Ramadhan adalah kesempatan emas yang tidak semua orang dapatkan kembali. Manfaatkan waktu dengan tilawah, qiyam, dan memperdalam ilmu. Jangan biarkan hari-hari Ramadhan berlalu tanpa makna,” ungkapnya.
Sementara itu, Naib Mudir Mahad Aly, Ustadz Wahyudi Rahman, Lc., M.Ag., menyoroti pentingnya kedewasaan dalam menyikapi dinamika umat, khususnya terkait perbedaan penetapan awal Ramadhan. Ia mengimbau mahasantri agar bijaksana dan mampu menjadi penyejuk di tengah masyarakat.
“Perbedaan awal Ramadhan dan variasi amaliah seperti pelaksanaan salat tarawih adalah realitas fiqhiyah yang harus disikapi dengan ilmu dan adab. Mahasantri harus menjadi teladan dalam menjaga ukhuwah,” tegasnya.
Kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 H ini ditutup dengan saling bersalaman, mempererat ukhuwah di antara civitas akademika Mahad Aly. Momentum tersebut menjadi penanda kesiapan mahasantri untuk memasuki bulan Ramadhan dengan semangat ibadah, kedalaman ilmu, dan kedewasaan sikap dalam kehidupan bermasyarakat.
