Salayo, Solok — Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek melaksanakan Daurah Bahasa Arab bersama Syekh Mab’ust Al-Azhar Mesir, Syekh Yasser Saad Abdalla, di Pondok Pesantren Darul Tauhid, Salayo, Kabupaten Solok, pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang monitoring pelaksanaan Khidmatul Mujtama mahasantri semester VIII yang tengah bertugas di pesantren tersebut.
Daurah Bahasa Arab digelar di Masjid Pondok Pesantren Darul Tauhid dan diikuti oleh seluruh santri serta dewan guru pondok. Rombongan Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek yang dipimpin oleh Naib Mudir Ma’had Aly, Ustadz Wahyudi Rahman, Lc., M.Ag., disambut langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Darul Tauhid, Ustadz Jursawal, beserta jajaran pengasuh.
Dalam sambutannya, Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Darul Tauhid, Ustadz H. Betra Yunisol, Lc., menyampaikan rasa syukur dan harapannya atas kehadiran Syekh Yasser. Ia menilai kehadiran Syekh Mab’ust Al-Azhar tersebut membawa keberkahan bagi pondok, sekaligus berharap agar Syekh Yasser dapat kembali berkunjung di kesempatan mendatang.
Sementara itu Naib Mudir, Ustadz Wahyudi Rahman dalam sambutannya mendorong para santri Pondok Pesantren Darul Tauhid untuk terus bersemangat dalam mengkaji kitab turats (kitab kuning). Ia juga mengajak para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik ke Al-Azhar Kairo, Mesir, maupun ke Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Daurah Bahasa Arab yang disampaikan langsung oleh Syekh Yasser Saad Abdalla, dengan Ustadz Wahyudi Rahman bertindak sebagai penerjemah. Dalam pemaparannya, Syekh Yasser menekankan pentingnya mempelajari dan mendalami kitab turats sebagai fondasi keilmuan Islam. Ia menegaskan bahwa para santri harus bangga menjadi penuntut ilmu kitab klasik, karena dari sanalah lahir ulama-ulama besar umat Islam.
“Jangan berhenti mengkaji kitab turats hanya di pondok pesantren. Lanjutkan perjalanan ilmiah ke pusat-pusat keilmuan Islam, seperti Al-Azhar Mesir, atau lembaga pendidikan tinggi Islam seperti Ma’had Aly,” pesan Syekh Yasser kepada para santri.
Daurah berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para santri aktif menjawab pertanyaan yang diajukan Syekh Yasser, serta mengajukan berbagai pertanyaan di akhir sesi. Suasana dialogis ini menunjukkan tingginya minat dan semangat santri dalam memperdalam bahasa Arab dan khazanah keilmuan Islam klasik.
Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat semangat keilmuan santri Pondok Pesantren Darul Tauhid, sekaligus mempererat sinergi antara Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek dan pesantren-pesantren di Sumatera Barat dalam mencetak generasi ulama yang berakar kuat pada tradisi keilmuan Islam.
