ROADSHOW DAURAH BAHASA ARAB MAHAD ALY PARABEK DI PADANG PARIAMAN, SYEKH YASSER: PENUNTUT ILMU KITAB KUNING MULIA DUNIA AKHIRAT

Ambung Kapur, Padang Pariaman — Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek kembali menggelar Roadshow Daurah Bahasa Arab bersama Syekh Mab’ust Al Azhar, Syekh Yasser Saad Abdalla, pada Rabu, 4 Februari 2026. Roadshow kedua ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ambung Kapur, Kabupaten Padang Pariaman, sekaligus menjadi agenda monitoring kegiatan Khidmatul Mujtama mahasantri semester VIII.

Rombongan Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek yang dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Aly, Ustadz Taufik Hidayat, S.Th.I., M.Pd, disambut hangat oleh Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin, Tuangku Bulqaini, M.Pd, beserta jajaran pengasuh dan para santri.

Dalam sambutannya, Ustadz Taufik Hidayat memperkenalkan Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam berbasis kitab kuning. Ia menjelaskan sistem perkuliahan Ma’had Aly serta memberikan motivasi kepada para santri agar terus serius dalam mendalami khazanah keilmuan klasik Islam.

“Ma’had Aly adalah jenjang tertinggi pendidikan berbasis kitab kuning. Santri harus bangga dan istiqamah dalam jalur ini agar keilmuan yang telah dipelajari tidak terputus,” ujar Ustadz Taufik.

Sementara itu, Tuangku Bulqaini, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan harapan agar para santri Ponpes Nurul Yaqin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang tetap menjaga tradisi keilmuan kitab kuning.

“Enam tahun belajar kitab di pesantren akan sangat sayang jika tidak dilanjutkan. Mahad Aly menjadi tempat strategis untuk menjaga kesinambungan ilmu kekitaban,” tuturnya.

Puncak kegiatan diisi dengan Daurah Bahasa Arab bersama Syekh Yasser Saad Abdalla. Dalam penyampaian materinya, Syekh Yasser menegaskan kemuliaan penuntut ilmu agama, khususnya mereka yang mendalami kitab kuning.

“Agama Islam ini dijelaskan oleh para ulama melalui kitab kuning. Maka siapa yang menekuninya, ia sedang menjaga warisan keilmuan Islam,” ungkap Syekh Yasser.

Ia juga berpesan agar para santri tetap istiqamah dan tidak berpaling ke jalur keilmuan lain yang tidak sejalan dengan dasar keilmuan yang telah dibangun.

Menutup daurah, Syekh Yasser menyampaikan kabar gembira bagi para penuntut ilmu kitab kuning.

“Pelajar kitab kuning insyaAllah akan mendapatkan kemuliaan dunia dan akhirat. Di dunia ia dihormati dan disegani, di akhirat ia memperoleh pahala besar dari Allah,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para santri tampak aktif berinteraksi, menjawab pertanyaan, dan berdialog langsung dengan Syekh Yasser Saad Abdalla, mencerminkan tingginya semangat belajar dan kecintaan mereka terhadap ilmu agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*