Mahad Aly Sumatera Thawalib Parabek secara resmi menutup rangkaian kegiatan Khidmatul Mujtama melalui agenda penjemputan mahasantri yang telah menyelesaikan masa pengabdian di berbagai pesantren. Kegiatan penjemputan berlangsung selama empat hari, 25–28 Februari 2026, di 13 Pondok Pesantren yang tersebar di wilayah Sumatera Barat.
Penjemputan ini menjadi penutup seremoni program Khidmatul Mujtama yang berakhir pada 28 Februari 2026. Momentum tersebut menandai selesainya masa pengabdian mahasantri yang sebelumnya diterjunkan untuk berkhidmah dan berkontribusi dalam penguatan proses belajar mengajar (PBM), pembinaan asrama, serta pengembangan program kepesantrenan di lokasi penempatan.
Selama pelaksanaan Khidmatul Mujtama, para mahasantri terlibat aktif membantu kegiatan akademik dan non-akademik di pesantren. Kehadiran mereka mendapat apresiasi dari sejumlah pimpinan pesantren yang menjadi mitra pelaksanaan program.
Pondok Pesantren Darul Hadist menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Khidmatul Mujtama yang menyampaikan apresiasi secara terbuka. Mudir Ponpes Darul Hadist, Buya Khairun Nasri, Lc., mengungkapkan rasa terima kasih atas kontribusi mahasantri selama masa pengabdian.
Menurutnya, kehadiran mahasantri sangat membantu pelaksanaan PBM serta berbagai aktivitas pembinaan di asrama. Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah program di Ponpes Darul Hadist terinspirasi dari pola dan pendekatan kegiatan yang dibawa dalam program Khidmatul Mujtama.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran mahasantri Khidmatul Mujtama di Ponpes Darul Hadist, Kinali. Banyak program yang terinspirasi dari kegiatan ini. Kami berharap program seperti ini dapat terus dilanjutkan ke depan,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh pesantren-pesantren lain yang menjadi lokasi pengabdian, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi akademik dan sosial mahasantri selama berada di tengah masyarakat pesantren.
Dalam agenda penjemputan tersebut, pihak Mahad Aly Sumatera Thawalib Parabek menyampaikan terima kasih kepada seluruh pesantren yang telah menerima mahasantri untuk berkhidmah. Selain itu, pihak kampus juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan program terdapat sikap atau perilaku mahasantri yang kurang berkenan.
Penutupan ini bukan sekadar seremoni administratif, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas implementasi tridarma keilmuan berbasis pengabdian di lingkungan pesantren. Khidmatul Mujtama diproyeksikan sebagai wahana pembentukan karakter, penguatan kompetensi pedagogik, serta internalisasi nilai khidmah bagi para mahasantri.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Mahad Aly dan pesantren mitra di Sumatera Barat semakin kokoh, serta membuka peluang keberlanjutan program pengabdian pada periode-periode mendatang.
