Jambu Air, Agam – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Mahad Aly Sumatera Thawalib Parabek menggelar khataman kitab Fadhail Ramadhan pada Kamis, 12 Februari, bertempat di Masjid Ar-Raudhah, Kampus 2 Mahad Aly. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Naib Mudir, Ustadz Wahyudi Rahman, Lc., M.Ag., dan diikuti oleh seluruh mahasantri.
Kitab yang dikhatamkan merupakan karya Syekh Abdul Ghani Al Muqaddasi, seorang ulama besar dalam bidang hadits. Fadhail Ramadhan memuat kumpulan hadits-hadits tentang keutamaan bulan Ramadhan, mulai dari keutamaan puasa, qiyamul lail, hingga berbagai amalan yang dianjurkan selama bulan penuh berkah tersebut.
Dalam suasana khidmat dan penuh semangat, para mahasantri mengikuti pembacaan serta penjelasan kandungan kitab sebagai bentuk persiapan ilmiah menyambut Ramadhan. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan bagian dari proses pembentukan pemahaman yang mendalam terhadap dalil-dalil syar’i terkait ibadah Ramadhan.
Naib Mudir, Ustadz Wahyudi Rahman, Lc., M.Ag., menegaskan bahwa khataman kitab ini bertujuan untuk membekali mahasantri dengan landasan ilmu yang kokoh. “Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan. Ibadah yang dilakukan harus berdiri di atas pemahaman yang benar, berdasarkan hadits dan penjelasan ulama, bukan sekadar ikut-ikutan,” ungkapnya dalam tausiyah singkatnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap fadhilah Ramadhan akan melahirkan kesadaran spiritual yang lebih dalam, sehingga setiap ibadah—baik puasa, tilawah, sedekah, maupun qiyam—dilakukan dengan kesadaran, keikhlasan, dan tuntunan syariat.
Khataman kitab ini juga menjadi momentum penguatan tradisi ilmiah di lingkungan Mahad Aly Sumatera Thawalib Parabek, yang menekankan integrasi antara pendalaman teks klasik (turats) dan pengamalan praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh mahasantri memasuki bulan Ramadhan dengan kesiapan ruhiyah dan ilmiyah, sehingga setiap amalan yang dilakukan tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga selaras dengan tuntunan Rasulullah ﷺ sebagaimana termaktub dalam hadits-hadits shahih.
Melalui langkah ini, Mahad Aly Sumatera Thawalib Parabek kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi ulama dan dai yang berilmu, berakhlak, serta berpegang teguh pada sumber-sumber ajaran Islam yang otoritatif.
