Sungai Rumbai, Dharmasraya – Mahad Aly Sumatera Thawalib Parabek kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan keilmuan Islam dengan menggelar Roadshow Daurah Bahasa Arab bersama Syekh Yasser Saad Abdalla pada 8–9 April 2026. Kegiatan ini menyasar dua wilayah, yakni Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat dan Kabupaten Muaro Bungo, Jambi.
Rangkaian daurah diawali pada Rabu, 8 April 2026 di Pondok Pesantren Nurul ‘Izzah, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya. Rombongan Mahad Aly yang dipimpin langsung oleh Mudir, Ustadz Taufik Hidayat, S.Th.I., M.Pd., disambut hangat oleh pimpinan pondok, KH. Abdul Sarip, S.Pd beserta majelis guru dan para santri di halaman pesantren.
Kegiatan daurah dilaksanakan di aula madrasah dan diikuti oleh santri tingkat Tsanawiyah dan Aliyah dengan penuh antusias. Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul ‘Izzah, KH. Abdul Sarip, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
Ia berharap kehadiran Syekh Yasser dapat memberikan motivasi kuat kepada para santri, khususnya dalam meningkatkan semangat belajar bahasa Arab sebagai fondasi utama dalam memahami ilmu-ilmu keislaman.
Sementara itu, Mudir Mahad Aly Sumatera Thawalib Parabek dalam sambutannya memperkenalkan profil lembaga, mulai dari program studi, sistem perkuliahan, hingga sebaran alumni setelah menyelesaikan pendidikan. Ia menegaskan bahwa Mahad Aly merupakan lembaga kaderisasi ulama yang berfokus pada penguasaan kitab kuning, khususnya di bidang Fiqih dan Ushul Fiqh.
“Mahad Aly Sumatera Thawalib Parabek hadir sebagai pusat pengkaderan ahli ilmu syar’i yang mendalam, terutama dalam tradisi turats,” ujarnya.
Memasuki sesi inti, Syekh Yasser Saad Abdalla menyampaikan daurah Bahasa Arab yang sarat motivasi dan inspirasi. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan tiga nasihat penting kepada para santri.
Pertama, ia mengajak santri untuk bangga menjadi pelajar agama dan tidak merasa rendah diri, karena Allah telah mengangkat derajat orang-orang yang menuntut ilmu agama. Kedua, ia mendorong santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti di Mahad Aly. Ketiga, ia menekankan bahwa bahasa Arab merupakan kunci utama dalam memahami khazanah keilmuan Islam, sehingga harus dijaga dan dipelajari dengan sungguh-sungguh.
“Bahasa Arab adalah kunci untuk membuka pintu ilmu Islam. Maka peganglah kunci itu erat-erat,” pesannya, yang diterjemahkan oleh Naib Mudir, Ustadz Wahyudi Rahman, Lc., M.Ag.
Sebagai penutup kegiatan, dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Mahad Aly Sumatera Thawalib Parabek dengan Pondok Pesantren Nurul ‘Izzah. Kerja sama ini mencakup pengembangan di bidang pendidikan dan diharapkan dapat memperkuat sinergi antar lembaga dalam mencetak generasi ulama yang kompeten.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Mahad Aly dalam memperluas jaringan dakwah akademik serta meningkatkan kualitas sumber daya santri di berbagai daerah.
